Wisata Tanggo Rajo

Wisata Tanggo Rajo Yang Menyimpan Banyak Cerita Sejarah

Taman Tanggo Rajo adalah salah satu objek wisata alam di Kota Jambi. Tempat ini dibangun di pertemuan sungai Batanghari dan sungai Batang Tebo. Di sini kita bisa menikmati aliran sungai dari taman. Taman ini dihiasi oleh maskot kepala burung. Di tepi pintu masuk taman, dilapisi dengan penjual jagung bakar, air tebu, dan pedagang makanan lainnya.

Jangan mengira bahwa hanya kota-kota besar seperti Jakarta yang memiliki ‘Ancol’, ibukota salah satu provinsi di Pulau Sumatra juga memiliki tempat wisata yang tidak kalah bagusnya, namanya Tanggo Rajo. Kawasan Rajo Tanggo memang cukup strategis dan mudah ditemukan. Berada tepat di depan Kantor Gubernur Jambi di angka pasar Jambi, kawasan ini telah menjadi kawasan wisata kuliner bagi warga Kota Jambi.

Daerah wisata di sungai terpanjang di Sumatera menawarkan wisata indah yang dikombinasikan dengan kelezatan kuliner. Di sini Anda dapat menikmati matahari terbenam sambil menikmati berbagai makanan ringan. Camilan favoritnya adalah jagung bakar. Lokasi ini mulai ramai dari sore hingga malam. Pada akhir pekan, banyak pemancing mengunjunginya. Selain itu, tempat ini juga sering dijadikan tempat untuk membuka acara penting yang diadakan atau diadakan di Kota Jambi.

Wisata Tanggo Rajo

Dari Rajo Tanggo, setiap tahun Gubernur Jambi mengibarkan bendera start di acara Kompetisi Perahu Tradisional tahunan, dalam rangka Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus. Maka di tempat ini sering diadakan kompetisi. Seperti lomba perahu, dan sebagainya. Banyaknya pedagang makanan dan minuman di sekitar taman wisata Rajo Jambi Tanggo memang menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian pengunjung. Apalagi bagi Anda yang gemar berjalan-jalan sambil berwisata kuliner.

Ditambah lagi area jajanan di kawasan taman wisata Rajo Tanggo yang tertata rapi, sehingga akan lebih mudah bagi Anda untuk memilih makanan yang Anda sukai. Tempat wisata Rajo Tanggo ini akan semakin ramai jika malam tiba, terutama Sabtu malam, ini karena lampu jalan yang menghiasi kawasan Ancol Jambi. Banyak pasangan muda datang untuk menikmati pemandangan indah dari sungai Batanghari di malam hari.

Rajo Tanggo dulunya adalah bangunan kecil yang dibuat untuk keturunan raja atau penguasa. Pada saat kerajaan Melayu Hindu tiba dengan kerajaan Islam Melayu, yang namanya Tanggo Rajo harus selalu ada. Karena Rajo Tanggo selalu terletak di area Istana Kerajaan, di masa lalu, alat transportasi yang digunakan oleh masyarakat adalah transportasi laut, yaitu perahu yang disebut jong, dan perahu yang digunakan oleh raja dikenal sebagai Jong Kencana atau Kajang Kapal Lako. Setelah itu, kerajaan Melayu Jambi pada waktu itu, adalah daerah Rajo Tanggo saat ini, dan bekas kerajaan Melayu dikenal sebagai daerah Tanah Pilih, yang tepatnya terletak di daerah saat ini Masjid Al-Falah Besar di Jambi .

Untuk sampai ke Rajo Tanggo, Anda dapat menggunakan berbagai jenis transportasi, Anda dapat memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi atau menggunakan transportasi umum. Jika Anda menggunakan kendaraan pribadi, Anda dapat dengan mudah menemukan lokasi taman Tanggo Rajo. Sebab, taman wisata yang dikenal sebagai ‘Ancol’ di kota Jambi ini terletak di tengah kota Jambi. Lebih tepatnya, setelah pasar Angso Duo Jambi yang juga merupakan pasar terbesar di Sumatra selatan, atau di depan rumah dinas (Rumdin) Gubernur Jambi. Kemudian, jika Anda memilih untuk menggunakan transportasi umum, ada beberapa alternatif transportasi umum yang dapat Anda gunakan, termasuk transportasi kota dan taksi.

Di taman ini juga terdapat area tempat duduk lengkap yang dikelilingi oleh berbagai tanaman, pohon, dan bunga berwarna-warni. Ada juga jalan semen yang dihiasi dengan lukisan kaki yang mengarah ke taman yang seluruhnya tertutup rumput. Kita juga bisa berjalan di sepanjang trotoar yang dibatasi oleh pagar di sepanjang tepi sungai Batang Tebo. Dari taman ini, kita bisa menikmati pemandangan sungai yang mengalir deras, dengan kontur sungai yang berliku. Jauh di seberang sungai, ada desa yang sudah ada sejak zaman kuno. Ada desa Mangun Jayo dan Chinatown. Kita juga bisa menikmati hutan di seberang sungai.